Terapi listrik bukan sekedar untuk menyembuhkan penyakit kronis saja, tetapi juga sangat efektif untuk mengembalikan kebugaran fisik atlet olah raga, terutama kebugaran atlet olah raga yang mengandalkan kebugaran fisik. Sebenarnya pada prinsipnya ini bisa digunakan untuk semua jenis olah raga. Prinsip kerja dari terapi listrik adalah dengan memberi rangsangan listrik pada titik titik akupunktur tertentu dapat membantu untuk merelaksasi ketegangan otot yang dialami oleh atlet.
Dengan adanya relaksasi otot otomatis sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi lancar, sehingga distribusi dan pertukaran ion dalam sel tubuh menjadi lancar dan seimbang. Keseimbangan cadangan dan aliran ion dalam sel tubuh akan mencegah timbulnya kram otot yang biasa dialami oleh atlet. Begitu kram otot dapat dicegah, secara tidak langsung turut berperan serta dalam mencegah timbulnya cedera olahraga. Ditinjau dari sisi biaya untuk mencegah kram otot dengan merelaksasi otot menggunakan terapi listrik ini juga relatif sangat murah.
Mengingat manfaat yang bisa didapatkan dibandingkan dengan biayanya, maka sudah selayaknya Terapi Listrik ini bisa dijadikan alternatif pilihan dalam menjaga kebugaran atlet olahraga. Sudah selayaknya setiap insan yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan dunia olah raga seperti pelatih, Coach, pengurus pusat dan Cabang KONI, tenaga Fisioterapis klub basket, sepakbola, Pengurus Daerah, Kementerian Olah Raga (Kemenpora), DISPORA, PASI, PABSI, PSSI, PBVSI, PERBASI, klub Sepakbola, klub sepeda, klub Persija, klub AREMA, klub Kebugaran dan kesehatan dll.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai pemanfaatan terapi listrik untuk menjaga kebugaran atlet berbagai cabang olah raga silahkan hubungi Dita Himawan Sucipto, Jl Danau Limboto Barat Dalam 2 Blok A 4 C 15 Sawojajar Malang, Hp 081317526565.